Wednesday, June 5, 2024

Tradisi Kuntulan


 Kuntulan adalah tari tradisional masyarakat Banyuwangi yang dipadukan degan budaya timur tengah. Alat musik yang digunakan adalah Rebana dan kluncing dengan lagu pengiring menggunakan Bahasa Osing. Jumah penari dalam Kuntulan sebanyak 6 orang perempuan berusia lima hingga dua belas tahun. Bagian atas pakaian penari berwarna kuning dengan hiasan bungan pada penutup kepala serta kaus tangan. Sedangkan bagian bawah mengenakan kaus kaki. Wajah penari juga dihias dengan kosmetik. Gerakan dalam Kuntulan terbagi menjadi empat yaitu langkah satu-satu, langkah berjalan sambil berputar, lompat ke kanan dan ke kiri, serta gerakan hormat.




Tuesday, June 4, 2024

Baju adat Banyuwangi

 Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, tidak hanya dikenal sebagai "Sunrise of Java" tetapi juga tempat yang kaya seni dan budaya. Tidak hanya menawarkan keindahan alamnya, tetapi wilayah ini terus merayakan warisan budayanya yang unik. Salah satu aspek penting dari kekayaan budaya Banyuwangi adalah pakaian adat, yang terus dilestarikan.Dua pakaian adat yang menjadi ikon di Banyuwangi adalah pakaian yang dipakai oleh Jebeng dan Thulik. Kata jebeng dan thulik merupakan bahasa Osing.Terdapat dua jenis baju kurung, yaitu Baju Kurung Teluk Belanga dan Baju Kurung Cekak Musang.





Tradisi Barong ider bumi

 Barong Ider Bumi adalah sebuah tradisi ritual tolak bala oleh Suku Osing di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah. Barong Ider Bumi digelar tiap hari kedua lebaran.

Dalam ritual Barong Ider Bumi tersebut, barong diarak keliling desa. Arak-arakannya diiringi nyanyian macapat (tembang Jawa) yang berisi doa dan pemujaan terhadap Tuhan. Barong yang diarak pun tak sembarang Barong, karena Barong ini diperkirakan berusia ratusan tahun.
Ider berarti berkeliling kemana-mana. Sementara bumi artinya jagat atau tempat berpijak. Dari arti kedua kata tersebut dapat dimengerti bahwa Ider Bumi dimaksudkan sebagai kegiatan mengelilingi tempat berpijak atau bumi. Jadi, sesuai dengan namanya, inti dari ritual Barong Ider Bumi adalah mengarak barong memutari desa.




Janger banyuwangi

Janger Banyuwangi (disebut juga sebagai teater Banyuwangidamarwulan, ataupun jinggoan) adalah kesenian rakyat asal Banyuwangi, Jawa timur yang memadukan tarian, kostum dan gamelan Bali dengan kisah rakyat Jawa. Cerita yang umumnya dipertunjukkan di antaranya "Ande-Ande lumut", "Cindelaras", "Minakjinggo Mati", "Damar wulan Ngenger", "Damarwulan Ngarit", "Sri tanjung", ataupun cerita lain yang bernafaskan Islam. Janger dilengkapi dengan pentas, sistem tata suara, layar/tirai, gamelan, tari-tarian, dan lawak. Cerita yang ditampilkan dalam janger dibagi dalam beberapa babak yang dimulai dari setelah Isya hingga menjelang Subuh.

Kesenian daerah ini terbilang unik karena bahasa yang digunakan dalam pertunjukkan ini adalah bahasa Jawa dan bahasa daerah Banyuwangi, yaitu bahasa Using atau bahasa Osing. Oleh karena kesenian daerahnya yang terbilang khas maka Janger Banyuwangi ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan Ditjen Kebudayaan Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya. Kesenian tradisional ini saat ini diajukan ke UNESCO sebagai warisan budaya dunia.



Kebo-Keboan

Upacara adat kebo-keboan merupakan salah satu tradisi yang dimiliki oleh masyarakat Using di Kabupaten Banyuwangi. Upacara adat kebo-keboan bertujuan untuk menangkal wabah penyakit dan memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar diberikan keselamatan dan dijauhkan dari gangguan dan cobaan yang menimpa masyarakat.






Seblang

 Ritual Seblang adalah salah satu ritual upacara masyarakat Osing yang hanya dapat dijumpai di dua desa dalam wilayah kecamatan Glagah, Banyuwangi, yakni desa Bakungan dan Olehsari. Ritual ini dilaksanakan untuk keperluan bersih desa dan tolak bala, agar desa tetap dalam keadaan aman dan tenteram. Ritual ini mirip seperti ritual Sintren di wilayah Banyumas dan Cirebon, atau Sanghyang dedari di Pulau Bali.

Penyelenggaraan tari Seblang di dua desa tersebut berbeda waktunya, di desa Olehsari diselenggarakan satu minggu setelah Idul Fitri dengan penari perempuan yang masih perawan, sedangkan di desa Bakungan yang bersebelahan, diselenggarakan seminggu setelah Idul Adha dan penarinya harus perempuan yang sudah menopouse. Namun keduanya juga mempunyai kesamaan, yaitu sama-sama ditarikan selama tujuh hari berturut-turut dalam kondisi sang penari kerasukan (trance) roh leluhur. Para penarinya dipilih secara supranatural oleh seseorang yang biasa disebut masyarakat sekitar dengan Gambuh atau juga dikenal sebagai pawang, dan biasanya penari harus dipilih dari keturunan penari seblang sebelumnya.





The sunrise of Java. Make sense what people called for this city according to location

 Secara geografi, Banyuwangi berada di ujung timur pulau Jawa yang berbatasan langsung dengan Selat Bali. Lokasinya yang ada di sisi timur membuatnya sebagai daerah paling cepat yang terkena sinar matahari pagi, tak salah jika mendapatkan julukan sunrise of Java.
Kawasan timur Banyuwangi diketahui sebagai spot indah untuk menikmati matahari terbit dengan beragam keindahan pantai yang ada. Ya, sisi ini memang terkenal dengan pantai-pantai eksotisnya, seperti pantai Plengkung, Pantai Pulau Merah, Pantai Gumuk Kantong, dan banyak lagi.
Di timur Banyuwangi juga menjadi salah satu penghasil ikan terbesar di Jawa Timur. Di Muncar sendiri terdapat pelabuhan perikanan. Sedangkan, Pelabuhan Ketapang yang berada di Banyuwangi bagian utara, menghubungkan Jawa dan Bali.