Janger Banyuwangi (disebut juga sebagai teater Banyuwangi, damarwulan, ataupun jinggoan) adalah kesenian rakyat asal Banyuwangi, Jawa timur yang memadukan tarian, kostum dan gamelan Bali dengan kisah rakyat Jawa. Cerita yang umumnya dipertunjukkan di antaranya "Ande-Ande lumut", "Cindelaras", "Minakjinggo Mati", "Damar wulan Ngenger", "Damarwulan Ngarit", "Sri tanjung", ataupun cerita lain yang bernafaskan Islam. Janger dilengkapi dengan pentas, sistem tata suara, layar/tirai, gamelan, tari-tarian, dan lawak. Cerita yang ditampilkan dalam janger dibagi dalam beberapa babak yang dimulai dari setelah Isya hingga menjelang Subuh.
Kesenian daerah ini terbilang unik karena bahasa yang digunakan dalam pertunjukkan ini adalah bahasa Jawa dan bahasa daerah Banyuwangi, yaitu bahasa Using atau bahasa Osing. Oleh karena kesenian daerahnya yang terbilang khas maka Janger Banyuwangi ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan Ditjen Kebudayaan Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya. Kesenian tradisional ini saat ini diajukan ke UNESCO sebagai warisan budaya dunia.






.jpeg)
0 comments:
Post a Comment